Senin, 14 Januari 2013

Evaluasi Pembelajaran


BAB I
TEKNIK TES

Adalah merupakan suatu kenyataan bahwa manusia dalam hidupnya berbeda antara individu yang satu dengan individu lainnya. Tidak ada dua individu yang persis sama, baik dari segi fisik maupun psikisnya. Ini merupakan salah satu bukti keagungan Allah SWT atas segala ciptaan-Nya dan agar kita semuaberbakti kepada-Nya.
Adanya perbedaan individual itu sudah barang tentu akan turut serta menentukan berhasil atau tidaknya individu-individu tersebut dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, baik berupa tugas/kewajiban bekerja maupun tugas/kewajiban belajar, sehingga dengan demikian akan berakibat pula adanya perbedaan prestasi kerja maupun prestasi belajarnya.
A.    Pengertian
Secara harfiah, kata “tes” berasal dari bahasa Perancis kuno: testum dengan arti: “piring untuk menyisihkan logam-logam mulia”(maksudnya dengan menggunakan alat berupa piring itu akan dapat diperoleh jenis-jenis logam mulia yamg milainya sangat tinggi) dalam bahasa Inggris ditulis dengan test yang dalam bahasa  diterjemahkan dengan “tes”, “ujian” atau “percobaan”. Dalam bahasa Arab: imtihan.
Ada beberapa istilah yang memerlukan penjelasan sehubungan dengan uraian diatas, yaitu istilah test,testing, tester dan testee,yang masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda. Test adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian; testing berarti saat dilaksanakannya atau peristiwa berlangsungnya pengukuran dan penilaian; tester artinya orang yang melaksakan tes, atau pembuat tes atau eksperimentor, yaitu orang yang sedang melakukan percobaan (eksperimen).
Adapun dari segi istilah, menurut Anne Anastasi dalam karya tulisnya berjudul Psychological Testing, yang dimaksudkan dengan tes adalah alat pengukur yang mempunyai stadar yang obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas, serta dapat betul-betul digunakan untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. Adapun menurut Lee J. Cronbach dalam bukunya berjudul Essential of Psychological Testing, tes merupakan suatu prosedur yang sistematis untuk membandingkan tingkah laku dua orang atau lebih. Sedangkan menurut F.L.Goodenough, tes adalah suatu tugas atau serangkaian tugas yang dibrerikan kepada individu atau sekelompok individu, dengan maksud untuk membandingkan kecakapan mereka, satu dengan yang lain.
Dari definisi-definisi tersebut diatas kiranya dapat dipahami bahwa dalam dunia evaluasi pendidikan, yang dimaksud dengan tes adalah cara (yang dapat dipergunakan) atau prosedur (yang perlu ditempuh) dalam rangka pengukuran dan penilaian dalam bidang pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau rangkaian tugas (yang harus dijawab), atau perintah-perintah (yang harus dikerjakan) oleh testee, sehingga (atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukurantersrbut) dapat dihasilkan niali yang melambangkan tingkah laku atau prestasi testee; nilai dapat dibandingkan dengan nilai-nilai yang dicapai oleh testee lainnya, atau dibandingkan dengan nilai standar tertentu.
B.     Fungsi Tes
Secara umum, ada dua macam fungsi yang dimiliki oleh tes, yaitu:
a)      Sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes berfungsi mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar-mengajar dalam jangka waktu tertentu.
b)      Sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes tersebut akan dapat diketahui sudah berapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan, telah dapat dicapai.

C.    Penggolongan Tes
Sebagai alat pengukur, tes dapat dibedakan menjadi beberapa jenis atau golongan,tergantung dari segi mana atau dengan alas an apa penggolongan tes itu dilakukan.
a.       Penggolongan Tes Berdasar Fungsi
sebagai alat pengukur perkembangan/kemajuan belajar peserta didik. Ditinjau dari segi fungsi yang dimiliki oleh tes sebagai alat pengukur perkembangan belajar peserta didik, tes dapat dibedakan menjadi enam golongan, yaitu; 1) Tes Seleksi, 2) Tes Awal, 3) Tes Akhir, 4) Tes Diagnostik, 5) Tes Formatif dan 6) Tes Sumatif.
1.      Tes Seleksi (al-Imtihan al-intikhabiy)
Tes seleksi sering dikenal dengan istilah “Ujian Saringan” atau” Ujian Masuk.
Materi tes pada tes seleksi ini merupakan materi prasyarat untuk mengikuti program pendidikan yang akan diikuti oleh calon.
2.      Tes Awal (al-Imtihan al-Mabda’iy)
Tes awal sering dikenal  dengan istilah pre-test.
      Isi atau materi tes awal pada umumnya ditekankan pada bahan-bahan penting yang seharusnya sudah diketahui atau dikuasai oleh peserta didik sebelum pelajaran diberikan kepada mereka.

3.      Tes Akhir (al-Imtihan al-Niha’iy)
Tes akhir sering dikenal dengan istilah post-test.
      Isi atau materi tes akhir ini adalah bahan-bahan pelajaran yang tergolong penting, yang telah diajarkan kepada para peserta didik, dan biasanya naskah tes akhir ini dibuat sama dengan naskah tes awal.

4.      Tes Diagnostik (al-Imtihan al-Fahshiy)
Tes diagnostik (diagnostic test) adalah tes yang dilaksanakan untuk menentukan secara tepat, jenis kesukaran yang dihadapai oleh peserta didik dalam suatu mata pelajaran tertentu.
      Materi yang ditanyakan dalam tes diagnostik pada umumnya ditekankan pada bahan-bahan tertentu yang biasanya atau menurut pengalaman sulit dipahami siswa.



5.      Tes Formatif (al-Imtihan al-Yaumiy)
Tes formatif (formative test) adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui, sudah sejauh manakah peserta didik “telah terbentuk” (sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan) setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
      Tes formatif ini bisa dilaksanakan ditengah-tengah perjalanan program pengajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan pelajaran atau subpokok bahasan berakhir atau dapat diselesaikan.
      Materi tes formatif ini pada umumnya ditekankan pada bahan-bahan pelajaran yang telah diajarkan.

6.      Tes Sumatif (Imtihan al-Nisf al-Sanawiy)
Tes sumatif (summative test) adalah tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan satuan program pengajaran selesai diberikan. Disekolah, tes ini dikenal dengan istilah “Ulangan Umum” atau” EBTA” (Evaluasi Belajar Tahab Akhir), dimana hasilnya digunakan untuk mengisi nilai rapor ataumengisi ijazah (STTB).
      Tes sumatif dilaksanakan secara tertulis, agar semua siswa memperoleh soal yang sama.








 
                                     Pre-test                                                                                         Post-test
                                    (tes awal)                                                                                       (tes akhir)


b.      Penggolongan Tes Berdasarkan Aspek Psikis yang diingin Diungkap
Ditilik dari segi aspek kejiwaan yang ingin diungkap, tes setidak-tidaknya dapat dibedakan menjadi lima golongan, yaitu:
1.      Tes intelegensi (intellegency test), yakni tes yang dilaksanakn dengan tujuan untuk mengungkap atau mengetahui tingkat kecerdasan seseorang.
2.      Tes kemampuan (aptitude test) yakni tes yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap kemampuan dasar atau bakat khusus yang dimiliki oleh testee.
3.      Tes sikap (attitude test), yakni salah satu jenis tes yang dipergunakan untuk mengungkap predisposisi atau kecenderungan sesorang untuk melakukan suatu respon tertentu terhadap dunia sekitarnya, baik berupa individu-individu maupun obyek-obyek tertentu.
4.      Tes kepribadian (personality test), yakni tes yang dilaksanakan dengan tujuan mengungkap ciri-ciri khas dari seseorang yang banyak sedikitnya bersifat lahiriah, seperti gaya bicara, cara berpakaian, nada suara, hobi atau kesenangan, dan lain-lain.
5.      Tes hasil belajar, yang juga sering dikenal dengan istilah tes pencapaian (achievement test), yakni tes yang biasa digunakan untuk mengungkap tingat pencapaian atau prestasi belajar.

c.       Penggolongan Lain-lain
Ditilik dari segi banyaknya orang yang mengikuti tes dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
1.      Tes individual (individual test), yakni tes dimana tester hanya berhadapan dengan satu orang testee saja, dan;
2.      Tes kelompok (group test), yakni tes dimana tester berhadapan dengan lebih dari satu orang testee.
Ditilik dari ssegi waktu yang disediakan bagi testee untuk menyelesaikan tes, tes dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
1.      Power test, yakni tes dimana waktu yang disediakan buat testee untuk menyelesaikan tes tersebut tidak dibatasi, dan;
2.      Speed test, yaitu tes dimana waktu yang disediakan buat testee  untuk menyelesaikan tes tersebut dibatasi.

Ditilik dari segi bentuk responnya, tes dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
1.      Verbal test, yakni suatu tes yang menhendaki respon (jawaban) yang tertuang dalam bentuk ungkapan kata-kata atau kalimat, baik sedcara lisan maupun tertulis, dan;
2.      Nonverbal test, yakni tes yang menghendaki respon (jawaban) dari testee bukan berupa ungkapan  kata-kata atau kalimat, melainkan berupa tindakan atau  tingkah laku; jadi respon yang dikenhendaki muncul dari testee adalah berupa perbuatan atau gerakan-gerakan tertentu.
Akhirnya, apabila ditinjau dari segi cara mengajukan pertanyaan dan cara memberikan jawabannya, tes dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu:
1.      Tes terulis (pencil and paper test), yakni jenis tes dimana tester dalam mengajukan butir-butir pertanyaan atau soalnya dilakukan secara tertulis dan testee memberikan jawabannya juga secara tertulis.
2.      Tes lisan (nonpencil and paper test), yakni tes dimana tester  didalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soalnnya dilakukan secara lisan, dan testee memberikan jawabannya secara lisan pula.















BAB II
JENIS-JENIS TES

Seorang guru perlumengenal jenis-jenis tes yang dipergunakan dalam setiap kegiatan pengukuran sifat suatu objek (seperti prestasi atau hasil belajar siswa) dari suatu mata pelajaran yang diampunya.

                        Pengenalan ini menjadi penting agar setiap penggunaaan tes hasil belajar oleh guru harus dapat dipertanggung jawabkan. Pengenalan jenis-jenis tes ini dapat dilakukan dengan meninjaunya dari berbagai sudut pandang. Penggolongan yang dimaksud ada 7 macam penggolongan yang meliputi: (1) penggolongan jenis tes menurut variabel, (2) bentuk, (3) lamanya pengukuran, (4) kegunaan, (5) alat ekspresi, (6) jumlah siswa yang dilibatkan, (7) penggolongan tes menurut tingkat mutunya.

1)      Pengolongan jenis tes menurut variabel
Atau apanya yang mau diukur antara lain tes prestasi belajar atau hasil belajar dan tes kemampuan belajar disekolah.
a.       Tes Prestasi Belajar atau Hasil Belajar atau Achievement Test.
Yang dimaksud dengan tes hassil belajar adalah suatu tes yang mengukur prestasi seseorang dalam suatu bidang sebagai hasil proses belajar yang khas, yang dilakukan secara sengaja sebagai hasil suatu pengukuran akan disebut sebagai prestasi belajar apabila hasil proses belajar tersebut merupakan kemampuan yang sungguh-sungguh aktual yang diperoleh suwaktu mempelajari suatu bahan pelajaran. Kemampuan atau kecakapan actual yang dimiliki siswa inilah yang dilaporkan oleh suatu tes hasil belajr. Dengan demikian fungsi utama tes hasil belajar adalah mengukur keberhasilan belajar siswa dan sekaligus pula mengukur keberhasilan guru dalam mengajar suatu mata pelajaran. Terdapat kekuatan dan kelemahan tes hasil belajar ini:
                        Kekuatannya adalah bahwa hasil skor dan nilai yang sungguh-sungguh relevan dan akurat dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sesuai dengan kemampuanya.
                        Kelemahan tes hasil belajar adalah:
Ø  Hasil tes prestasi belajar tidak pernah  mencapai kecermatan dan akurasi yang sangat tinggi.
Ø  Tes hasil belajar yang dipakai guru biasanya belum dicobakan lebih dahulu pada sekelompok besar siswa, sehingga pada umumnya taraf reliabilitas, taraf validitas, taraf kesukaran dan taraf pembeda item-itemnya belum meyakinkan.
b.      Tes Kemampuan Belajar atau Tes Bakat Umum.
Ketergantungan ini antara lain bahwa untuk mengukur kecakapan potensial, guru harus berpedoman pada kecakapan actual yang telah dimiliki sekarang.
Yang dimaksud dengan tes bakat menurut Hilgard adalah tes yang didisain untuk mengukur kapasitas, meramalkan  apa yang dapat dicapai seseorang pada masa datang melalui pendidikan atau latihan. Dengan demikian yang mau diukur dengan tes bakat adalah  kemampuan seseorang dalam memecahkan soal-soal pada masa sekarang.
Tes bakat dibedakan menjadi tes bakat umum dan tes bakat khusus. Tes bakat umum lebiuh dimaksudkan untuk mengungkap bakat dalam lingkup lebih luas terutama dalam  hubungannya dengan tugas-tugas atau pekerjaan sekolah. Sedangkan tes bakat khusus lebih mengungkap bakat dalam lingkup lebih khusus, seperti bakat olah raga, bakat seni, dan sebagainya. Fungsi utama tes bakat umum adalah menilai derajat atau urutan mengenai berbagai bakat dalam diri siswa.

2)      Penggolongan jenis tes menurut bentuk atau tipe atau ragam itemnya
Ditinjau dari penggolongan ini, tes dapat dikelompokan menjadi tes karangan, tes objektif dan semi objektif/karangan.
a.       Tes Karangan atau Uraian Essay Test)
Yang dimaksud dengan tes karangan adalah suatu tes yang member kesempatan siswa untuk mengorganisasikan jawabannya secara bebas sesuai dengan kemampuannya dengan bahasanya sendiri atas sejumlah item yang relative kecil dan tuntutan jawaban yang benar, relevan, lengkap, berstruktur, jelas.
b.      Tes Objektif atau Objective Test.
Yang dimaksud dengan tes objektif adalah suatu suatu tes yang telah menyediakan sejumlah jawaban, sehingga siswa tinggal memilih satu jawaban benar dari sejumlah jawaban yang tersedia dari sejumlah benar irem.

3)      Penggolongan jenis tes menurut lamanya waktu pengukuran
Ditinjau dari lamanya waktu pengukuran, tes daapat digolongkan menjadi tes kekuatan dan tes kecepatan.
a.       Tes Kekuatan atau Power Test
Yang dimaksud dengan tes kekuatan adalah suatu tes untuk mengukur taraf kemampuan siswa dalam batas waktu yang secukupnya.
b.      Tes Kecepatan atau Speed Test
Yang dimaksud dengan tes kecepatan adalah suatu tes dimana yang dipentingkan adalah kecepatan menjawab, biasanya diukur dalam bentuk banyaknya jumlah jawaban yang bias diselesaikan dalam suatu waktu yang tersedia.

4)      Penggolongan jenis tes menurut kegunaannya
Ditinjau dari kegunaannya, tes dapat digolongkan menjadi tes diagnostic, tes formatif, dan tes sumatif.
a.       Tes Diagnostik
Yang dimaksud dengan tes diagnostik adalah suatu tes yang digunakan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan siswa sehingga berdasarkan kekurangan-kekurangan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang sesuai.
b.      Tes Formatif
Yang dimaksud dengan tes formatif adalah tes untuk mengukur sejauh mana siswa telah menguasai bahan pelajaran, setelah mengikkuti suatu program kegiatan instruksional tertentu.
      Tes ini diberikan pada akhir setiap program kegiatan instruksional sebagai post-test. Untuk mendapatkan hasil penilaian belajar yang lebih mantap,maka tes ini wajib diadakan sebelum tes sumatif.
c.       Tes Sumatif
Yang dimaksud dengan tes sumatif adalah suatu tes yang dilaksanakan setelah pemberian keseluruhan program dalam suatu kegiatan instruksional pada suatu periode berakhir.

5)      Penggolongan jenis tes menurut alat ekspresinya
Ditinjau dari bentuk alat ekspresinya, maka tes dapat digolongkan menjadi tes non verbal dan tes verbal.
a.       Tes Non Verbal
Yang dimaksud adalah tes yang mengungkapkan isi item dan jawabannya memakai symbol bilangan, gambar dan tindakan. Yang termasuk tes non verbal antara lain tes perbuatan atau tindakan. Yang dimaksud tes tindakan adalah suatu tes dimana jawaban yang diberikan siswa berbentuk perbuatan atau tindakan yang diharapkan sesuai dengan perintah atau isi itemnya.
b.      Tes Verbal
Yang dimaksud adalah tes yang mengungkapkan isi item dan jawabannya memakai symbol bahasa baik yang mempunyai arti maupun yang tidak, secara lisan atau tertulis.

6)      Penggolongan jenis tes menurut jumlah siswa yang dilibatkan
Ditinjau dari jumlah siswa yang dilibatkan, maka tes dapat digolongkan menjadi tes individual dan tes kelompok.
a.       Tes Individual atau individual test
Yang dimaksud dengan tes individual adalah suatu tes yang dilaksanakan hanyan terbatas untuk satu orang siswa pada saat tertentu. Tes individual biasanya dilaksanakan oleh tenaga ahli terhadap seorang siswa pada saat tertentu. Melalui pertanyaa-pertanyaan lisan dan tugas yang diberikan.
b.      Tes Kelompok atau Group Test
Yang dimaksud dengan tes kelompok adalah suatu tes yang dilaksanakan lebih dari satu orang siswa pada suatu saat dalam waktu yang bersamaan. Karna tes kelompok dikerjakan oleh sekelompok siswa terhadap pertanyaan dan tugas yang sama, waktu, tenaga dan biaya yang dibutuhkan relative tidak banyak.

7)      Penggolongan jenis tes menurut tingkat atau taraf mutunya
Ditinjau dari taraf mutunya, tes dapat digolongkan menjadi tes buatan guru.
a.       Tes Buatan Guru
Yang dimaksud dengan tes perbuatan guru adalah suatu yang dibuat dan digunakan oleh seorang guru sendiri di sekolah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar